Friday, October 15, 2010

CARA MENGHITUNG kebutuhan AC sesuai dengan Luas Ruangan yang ada

Sebagian besar orang setelah pasang AC, tapi selalu merasakan tidak maksimal mengenai tingkat kedinginannya, bahkan ada yang sebaliknya, ada yang ternyata kedinginan. Kesemua ini dikarenakan adanya kesalahan di dalam memperhitungkan kapasitas AC yang terpasang dengan kondisi Ruangan yang ada. Nah, disini saya coba berbagi sedikit informasi mengenai cara menghitung kebutuhan AC sesuai dengan luas ruangan yang akan kita pasangkan AC.
Mari simak pembahasan berikut ini...

Berikut adalah cara sederhana di dalam menghitung kebutuhan AC.
AC dihitung dalam satuan BTU (British Thermal Unit)
Rumus :
Kebutuhan AC = Luas Ruangan * Koeffisien
dimana : koeffisien 1 m2 = 500 BTU/hr.
untuk ruangan dengan tinggi standard 2.5 - 3.5m.

Misalnya ruangan dengan ukuran 3m x 4m.
Kebutuhan AC adalah
= (3m x 4m) * 500 BTU/hr
= 12 m2 / 500 BTU/hr
= 6000 BTU/hr
Artinya kebutuhan AC untuk ruangan 3m x 4m = 6000 BTU/hr.

1 PK kompresor AC bisa menghasilkan antara 8.000 - 10.000 Btu/hr.
supaya tidak bingung, ambil cara praktis, 1 PK setara 9.000 Btu/hr.
Bila hitungan = 6000 Btu/hr setara dengan 0.6667 PK.
Disarankan menggunakan 0.75 PK = 3/4 PK = 7000 BTU/hr, karena bila terjadi penurunan
kapasitas AC masih tetap mampu mendinginkan ruangan.

Cara praktis pakai tabel dibawah ini


Untuk yang lebih advance, bisa menggunakan rumus ini :

(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU

W = Panjang Ruang (dalam feet)
H = Tinggi Ruang (dalam feet)
I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain).
Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
L = Lebar Ruang (dalam feet)
E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur;
Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.
1 Meter = 3,28 Feet


Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h

Contoh Hitungan:
Ruang berukuran 9m x 4m atau (29 kaki x 13 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (29 x 13 x 18 x 10 x 17) / 60 = 19.227 BTU alias cukup dengan AC 2 PK.

Demikian sedikit informasi mengenai cara menghitung kebutuhan AC sesuai dengan Luas Ruangan yang tersedia. Semoga membantu.


Source :
http://19design.wordpress.com/2008/09/10/tip-cara-menghitung-kebutuhan-ac/ & http://www.scribd.com/doc/38249762/Cara-Menghitung-Kebutuhan-AC

Wednesday, October 13, 2010

Empeng atau Dot untuk Bayi. Baik atau Buruk?


Dot untuk minum susu dari botol, atau empeng, masih menjadi perdebatan di kalangan orangtua dan ahli kesehatan. Para ahli kesehatan mengatakan empeng tidak baik karena bisa merusak bentuk gigi, tapi kebanyakan orangtua bilang hal itu tak masalah. Apalagi, si bayi suka, dan membuatnya berhenti menangis. Apa pro dan kontra seputar empeng untuk bayi ini?

Pro
* Mengurangi kemungkinan kematian tiba-tiba.
Perkumpulan dokter anak di Amerika, The American Academy of Pediatrics, merekomendasikan orangtua untuk membiarkan anak tertidur di malam atau siang hari sambil mengisap empeng dalam satu tahun pertama kehidupannya. Nampaknya, hal ini merupakan perlindungan yang efektif untuk melawan kemungkinan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), yakni ketika bayi tercekat dan tidak bisa bernapas saat tertidur. Berikan empeng saat ia akan tidur, namun jangan dipasangkan kembali saat ia sudah tertidur.

* Jennifer Shu, MD, pengarang Heading Home with Your Newborn: From Birth to Reality, mengatakan bahwa empeng bisa membantu bayi lebih tenang. Terlebih lagi, empeng juga bisa membantu mengurangi rasa ketidaknyamanan pada bayi yang menangis atau kolik.

* Memuaskan refleks mengisapnya. Beberapa bayi memiliki kebutuhan refleks untuk mengisap lebih banyak dari saat ia mengisap botol atau dari payudara ibu. Untuk bayi-bayi yang butuh bantuan untuk memuaskan refleks mengisap, empeng bisa memenuhi kebutuhan ini.

* Lebih mudah menghentikannya. Ketika Anda yakin sudah saatnya bayi berhenti mengisap empeng, akan lebih mudah menghentikannya untuk ngempeng, ketimbang harus memintanya berhenti mengisap jempol.


Kontra

* Menurut sebuah studi yang dilaporkan pada perkumpulan dokter anak di Amerika, empeng bisa meningkatkan setidaknya 40 persen infeksi telinga (acute otitis media) pada anak. Karena belum jelas alasannya, para peneliti belum bisa memastikan mengapa hal ini terjadi. Ditengarai, karena terjadinya perubahan tekanan di antara telinga bagian tengah dan tenggorokan bagian atas.

Namun, dikabarkan pula bahwa anak-anak yang berhenti menggunakan empeng secara perlahan usai usia 6 bulan, kemungkinan terkena infeksi telinga akan menurun sebanyak sepertiga persen, ketimbang anak sebayanya yang masih mengisap empeng.

* Jika diperkenalkan terlalu cepat, akan ada kemungkinan terjadi kebingungan pada anak antara puting ibu dan empeng. Jika ingin memberikan empeng pada bayi, tunggulah hingga usianya sekitar 1 bulan.

* Ada pula kemungkinan orangtua salah memberikan empeng kepada bayi pada saat ia sebenarnya butuh nutrisi, seperti ASI atau susu dalam botol.
Bayi yang terlalu semangat atau sangat lekat dengan empengnya, kemungkinan akan butuh penyesuaian pada bentuk giginya di masa depan. Tak tertutup kemungkinan pula akan ada kesulitan dalam pengucapan. Untuk bayi yang tak terlalu lekat dengan empengnya, nampaknya tak akan menjadi masalah.

"Empeng memang sangat mempan untuk membuat bayi yang rewel cepat kalem, asalkan digunakan dalam waktu yang singkat, agar tidak merusak giginya" terang Kimberly A. Harms, DDS, dokter gigi dari American Dental Association.

Sumber: kompas
Source : http://seputarduniaanak.blogspot.com/2010/01/empeng-baik-atau-buruk.html