Showing posts with label susu. Show all posts
Showing posts with label susu. Show all posts

Wednesday, July 7, 2010

Tips memilih Susu Formula untuk Bayi (Inget!!! ASI tetap the BEST)


Bila karena alasan tertentu bayi tak bisa mendapatkan ASI, maka susu formula memang tepat dijadikan penggantinya. Namun, susu ini tak bisa disamakan dengan ASI karena tak ada satu pun susu formula yang kandungan gizinya dapat menyamai ASI. Terutama karena protein hasil olahan tubuh ibu sama sekali berbeda dari protein olahan tubuh sapi.


Selewat usia bayi, susu formula bukan lagi merupakan pengganti ASI tetapi suplemen atau pelengkap makanan yang berfungsi membantu pertumbuhan anak. Yang perlu dipahami, kebutuhan zat gizi masing-masing golongan usia anak adalah berbeda. Ada golongan usia 0-1 tahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun dan 6 tahun ke atas. Di pasaran, penggolongan susu formula berdasar usia seharusnya mempermudah orang tua dalam memilihkan susu untuk buah hatinya. Namun kenyataannya, penggolongan ini sering justru membingungkan, bukan? Nah, sebelum tersesat, baca dulu panduannya berikut ini.



BEBERAPA YANG MESTI DIPERHATIKAN

* Faktor Usia
Klasifikasi susu berdasar usia tentu bukan tanpa alasan. Susu formula untuk bayi saja dibedakan menjadi dua, yaitu:
- susu formula awal untuk bayi usia 0-6 bulan
- susu formula lanjutan untuk bayi usia 6-12 bulan.

Mengapa perlu dibedakan? Karena kandungan susu dalam masing-masing penggolongan tersebut disesuaikan dengan kemampuan organ pencernaan bayi. Bayi usia 6 bulan ke bawah tentu sistem pencernaannya belumlah sesempurna sistem pencernaan bayi usia 6 bulan ke atas.

* Reaksi Cocok atau Tidaknya
Bahan dasar susu formula yang tidak sama dengan ASI kadang menimbulkan masalah tertentu, di antaranya:
- Sembelit atau susah buang air besar akibat adanya kandungan protein "rumput" sapi (kasein).
- Reaksi alergi seperti kulit jadi kemerah-merahan, gatal-gatal, saluran napas berlendir, dan diare.
- Sering muntah dan kembung
- Berat badan tak kunjung naik atau anak mudah sakit.

Jika si kecil menunjukkan salah satu reaksi tersebut setelah mengonsumsi susu formula, sebaiknya hentikan pemberiannya. Konsultasikan pada dokter anak mengenai kemungkinan mengganti jenis susu formula. Perhatikan juga ada tidaknya reaksi ketika susu formula awal diganti dengan susu formula lanjutan.

Singkatnya, dalam memilih susu formula perhatikan:
- Rasa utamanya agar bayi benar-benar suka.
- Manfaatnya, yaitu terbukti baik untuk tumbuh kembang bayi.
- Kecocokannya, yaitu tidak menimbulkan efek samping seperti alergi, diare, atau sembelit.



* Jenis Susu Formula

Tidak semua susu formula cocok dengan kebutuhan bayi meski sudah dipilih berdasar usia. Beberapa anak tertentu ada yang alergi terhadap susu sapi. Untuk kasus seperti ini biasanya dokter akan menganjurkan untuk menggantinya dengan susu yang terbuat dari kacang kedelai. Kalau susu kedelai pun ternyata menimbulkan masalah, alternatif lainnya adalah susu elemental atau susu formula hidrolisa. Inilah jenis-jenis susu:
a. Susu formula berbahan dasar susu sapi
Dokter akan menyarankan susu jenis lain, semisal susu kedelai bila bayi dinilai sangat peka terhadap kandungan susu sapi.

b. Susu formula berbahan soya atau kedelai
Tak jarang ada juga bayi yang alergi susu sapi sekaligus alergi soya. Bayi yang alergi terhadap kedua sumber protein ini biasanya disarankan mengonsumsi susu alternatif lain, yaitu golongan susu hipoalergenic.

c. Susu formula hidrolisa atau susu elemental
Susu formula jenis ini kandungan lemaknya sudah diperkecil. Selain itu kandungan protein kaseinnya sudah dipecah menjadi asam amino. Jadi, kandungannya bukan lagi protein, melainkan "bangunan" protein yang paling kecil. Biasanya pada kemasannya bertuliskan HA atau hipoalergenic. Susu jenis ini memang khusus untuk bayi yang alergi.
Tentu saja pemberian susu khusus ini harus dengan sepengetahuan dokter. Yang juga perlu diperhatikan adakah indikasi penyakit lain, kandungan apa saja yang harus dihindari dan berapa takaran seharusnya.

* Kandungan Gizi
Sebenarnya, semua susu formula untuk bayi yang beredar di pasaran memiliki kandungan gizi yang sama. Pada prinsipnya semua sudah diupayakan mendekati komposisi ASI dengan kandungan sesuai standar yang ditetapkan WHO sebagai badan kesehatan dunia. Selain itu, kadar kandungan gizinya pun disesuaikan dengan kemampuan pencernaan bayi, tidak boleh lebih tinggi ataupun lebih rendah. Ingat, kebutuhan zat gizi bayi berbeda sesuai kelompok usia.

Kandungan gizi susu formula untuk bayi di bawah 6 bulan lebih spesial, karena secara alami, usus bayi kecil belum mampu mencerna nutrien susu dengan baik. Masih rentannya bayi dalam kelompok usia ini membuat susu yang dikonsumsinya pun dibagi lagi secara spesifik. Di antaranya susu untuk bayi yang lahir cukup bulan, susu untuk bayi yang lahir kurang bulan ataupun yang lahir cukup bulan namun dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Untuk bayi 6 bulan ke bawah yang lahir kurang bulan atau cukup bulan tapi dengan BBLR, komposisi nutriennya diformulasikan lebih rendah dari susu formula untuk bayi enam bulan ke bawah yang cukup bulan. Pembedaan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan kondisi bayi yang daya serapnya terhadap nutrien masih belum optimal, terutama ginjalnya.

Adapun susu formula untuk bayi di bawah 6 bulan secara umum digolongkan menjadi dua:
1. Formula adaptasi
Susu formula jenis ini mempunyai kandungan sebagai berikut:
* Lemak
Disarankan mempunyai kadar lemak antara 2,7-41 g setiap 100 ml atau setara 8,5%. Dari jumlah ini, 3-6% kandungan energinya harus terdiri dari asam linoleik.

* Protein
Kadarnya harus berkisar antara 1,2 sampai 1,9 g/100 ml, dengan rasio lakalbumin/kasein kurang lebih 60/40. Karena itu komposisi asam aminonya harus identik dengan protein yang terdapat dalam ASI. Alasannya, hanya protein itulah yang bisa dimanfaatkan bayi.

* Karbohidrat
Disarankan kandunganya antara 5,4 sampai 8,2 g bagi tiap 100 ml. Karbohidratnya dianjurkan terdiri atas laktosa dan selebihnya glukosa atau dekstrin-maltosa. Dalam hal ini tidak dibenarkan menggunakan sumber karbohidrat dari tepung, madu, atau susu yang diasamkan.

* Mineral
Sebagian besar mineral dalam susu sapi adalah natrium, kalium, kalsium, fosfor, magnesium dan klorida. Karena itu komposisinya harus diturunkan sekitar 0,25 sampai 0,34 g tiap 100 ml. Ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan keseimbangan air dan dehidrasi hipertonik, selain timbulnya gangguan hipertensi di kemudian hari.

* Vitamin
Harus ditambahkan pada pembuatan susu formula.

* Energi
Harus disesuaikan dengan ASI yang jumlahnya sekitar 72 Kkal.

2. Formula awal lengkap

Sesuai namanya, susu ini memiliki susunan gizi yang lengkap untuk bayi baru lahir. Sekalipun demikian, susu ini sedikit berbeda dari formula adaptasi. Susu formula ini mempunyai kadar protein tinggi karena rasio proteinnya tidak disesuaikan dengan rasio protein yang terkandung dalam ASI. Begitu juga dengan mineral yang lebih tinggi dari susu formula adaptasi. Keuntungan susu formula jenis ini adalah harganya yang jauh lebih murah daripada susu formula adaptasi.

Susu formula untuk bayi 6 bulan ke atas mengandung protein yang lebih tinggi dari susu adaptasi maupun susu awal lengkap. Rasio proteinnya pun tidak mengikuti rasio yang terdapat dalam ASI. Sedangkan kadar beberapa mineral, karbohidrat, lemak dan energinya lebih tinggi. Ini dimaksudkan untuk mengimbangi kebutuhan anak yang sudah semakin aktif dan sedemikian cepat tumbuh kembangnya.

Perbedaan paling nyata dalam kebutuhan zat gizi bayi 6 bulan ke bawah dan 6 bulan ke atas adalah kalorinya. Kalori yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan ke bawah per hari hanya sebesar 560 kkl atau lebih, sedangkan bayi usia 6 bulan ke atas adalah 800 kkl per hari atau lebih.

* Kandungan Zat Tambahan
Kemajuan teknologi memungkinkan susu formula yang sudah ada ditingkatkan kualitasnya, yakni dengan diformulasikan sedemikian rupa sehingga makin mirip dengan ASI. Salah satunya adalah penambahan DHA. Penambahan ini dibolehkan karena zat tambahan tersebut merupakan zat-zat mikro. Hanya saja penambahannya pun harus mengikuti standar yang berlaku. Yang tak kalah penting, orang tua harus segera memastikan cocok atau tidaknya si bayi mendapat susu tersebut. Bila ternyata tidak cocok, ya jangan dipaksakan. Asal tahu saja, DHA yang berasal dari ikan berpotensi menyebabkan alergi. Belakangan beberapa produsen susu menggunakan DHA/AA yang bersumber dari bahan nonikan.

* Porsi Pemberian
Banyaknya susu formula yang diberikan kepada bayi tentu saja tergantung pada kebutuhan. Umumnya sampai berusia 3 atau 4 bulan, bayi mendapat susu sekitar 180 ml yang diberikan setiap 2-3 jam. Meski begitu, prinsip on demand juga berlaku dalam pemberian susu formula. Begitu bayi menangis karena lapar meski mungkin belum waktunya, maka berikan saja sesuai keinginannya.

Sementara susu formula lanjutan untuk bayi 6 bulan ke atas bisa diberikan 2 kali sehari masing-masing sebanyak 180-200 ml. Lo, mengapa cuma 2 kali? Di usia ini bayi sudah mendapat makanan setengah padat (bubur susu, nasi tim yang disaring, dan seterusnya). Untuk jadwalnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan individual si bayi.
Usahakan minum susu tidak berbarengan atau berdekatan dengan waktu makan utama. Selain membuat anak jadi enggan makan karena sudah kenyang duluan, penyerapan kalsium pun jadi terganggu. Tenggang waktu ideal minum susu adalah 2-3 jam sebelum atau sesudah waktu makan makanan utama

Dedeh Kurniasih/Gazali Solahuddin. Foto: Iman/nakita
Konsultan Ahli: dr. H. Adi Tagor, Sp.A, DPH dari RS Pondok Indah, Jakarta; Dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A(K) dari RSAB Harapan Kita, Jakarta

Source : http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/khasanah06305-02.htm

Tuesday, June 15, 2010

Manfaat Susu Kacang Kedelai untuk Kesehatan


Menurut penelitian susu kedelai mengandung banyak sekali gizi dan manfaat di dalamya, selain sebagai pengganti susu sapi, bahkan jauh lebih kaya akan gizi dibandingkan susu sapi, susu kedelai juga dapat dijadikan alternatif terbaik pengganti susu formula yang kencenderungan mengandung bakteri jahat yang membahayakan kesehatan balita dan anak-anak. Kandungan dan manfaat yang terdapat dalam susu kedelai adalah:

* Protein, berguna untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan yang rusak, penambah imunitas tubuh. Protein pada susu kedelai tersusun oleh sejumlah asam amino (lesitin / HDL, arginin, lisin, glisin, niasin, leusin, isoleusin, treonin, triptofan, fenilalanin). Protein yang terkandung dalam kedelai diketahui kaya akan asam amino arginin dan glisin yang merupakan komponen penyusun hormon insulin dan glukogen yang disekresi oleh kelenjar pankreas dalam tubuh kita.

* Lemak Nabati, Sangat baik untuk tubuh manusia.

* Karbohidrat, sebagai sumber energi atau tenaga didalam tubuh

* Serat / fiber, berguna untuk system pencernaan dalam tubuh.

* Vitamin A, pada biji kedelai berasal dari karoten, yang merupakan bahan dasar vitamin A, membantu kelancaran fungsi organ penglihatan dan pertumbuhan tulang.

* Vitamin B1, Vitamin B1 atau yang sering disebut tianin sangat berperan dalam reaksi-reaksi dalam tubuh yang menghasilkan energi

* Vitamin B2, isebut jugaflavin, merupakan pigmen yang banyak terdapat pada susu, bail susu sapi susu manusia, maupun susu kedelai.

* Vitamin E, melancarkan proses reproduksi dan proses menstruasi, menegah impotensi, keguguran, dan penyakit jantung kardiovaskuler, meningkatkan produksi air susu, membantu memperpanjang umur, dan sebagai antioksidan. Orang yang rajin mengkonsumsi antioksidan akan terlihat lebih muda ketimbang orang yang jarang mengkonsumsinya

* Mineral, berfungsi dalam menambah kekuatan struktur tulang, gigi, dan kuku, serta dapat menambah daya tahan tubuh terhadap gangguan penyakit. Selain itu, mineral juga berfungsi dalam proses reproduksi pertumbuhan tulang mereka yang menuju dewasa.

* Polisakarida yang mampu menekan kadar glukosa dan trigliserida postpandrial, serta menurunkan rasio insulin-glukosa postpandrial (setelah makan), Asupan susu kedelai dapat membantu mengendalikan kadar gula darah yang melebihi batas normal tersebut, sehingga sangat membantu mengendalikan penyakit gula.

* Isoflavon, Ikatan sejumlah asam amino dengan vitamin dan beberapa zat gizi lainnya dalam biji kedelai ada yang membentuk flavonoid. Flavonoid adalah sejenis pigmen, seperti halnya zat hijau daun yang terdapat pada tanaman yang berwarna hijau. Senyawa ini biasanya memiliki ciri khas, yaitu mengeluarkan bau tertentu. Bau langu yang terdapat pada biji kedelai adalah salah satu tanda bahwa dalam biji tersebut terdapat flavonoid. Secara ilmiah, flavonoid sudah dibuktikan mampu mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Dan salah satu jenis flavonoid yang sangat banyak terdapat pada biji kedelai dan amat bermanfaat bagi kesehatan adalah isoflavon. Seorang peneliti Jepang, pada tahun 1998 menganjurkan setiap manusia mengkonsumsi isoflavon kedelai sebanyak 50-100 mg perhari. fungsi isoflavon itu bagi tubuh adalah untuk :

o Melancarkan metabolisme
o Melancarkan pencernaan
o Merupakan nutrisi pelengkap
o Meningkatkan sistem imunitas
o Memperkuat strukturmatriks tulang
o Menstabilkan tekanan darah
o Menurunkan kadar kolestrol darah
o Menstabilkan kadar gula darah
o Mencegah obesitas
o Mencegah penyakit ginjal
o Mengurangi gejala jantung koroner (kardiovaskuler)
o Mengurangi gejala stroke
o Mengurangi gejala rematik dan asam urat
o Mengurangi gejala maag
o Menghilangkan rasa lelah dan lesu
o Mengurangi gejala symptom menopause
o Memperlambat penuaan sel
o Mencegah tumbuhnya kanker, terutama kanker payudara dan prostate
o Menambah daya ingat dengan meningkatkan fungsi kognitif

* HDL (Kolesterol Baik) LDL (Low Density Lipoprotein) bersifat sangat mampu untuk membuat proses pengapuran pembuluh darah. Karenanya dikenal sebagai kolesterol jahat.HDL (High Density Lipoprotein) bersifat sebaliknya yaitu menahan proses pengapuran dengan cara menyedot timbunan kolesterol didalam pembuluh darah, lalu membawanya ke lever dan selanjutnya dibuang melalui empedu. Oleh karenanya HDL dikenal sebagai kolesterol baik.Sebetulnya yang harus selalu di perhatikan terlebih dahulu adalah kadar kolesterol total yang harus senantiasa di jaga jangan lebih dari 200 mg % Barulah apabilah seseorang mempunyai kadar kolesterol yang selalu normal, maka sebaiknya harus dilihat lagi kadar HDL nya.

* Kalsium adalah salah satu mikro mineral yang berguna bagi tubuh manusia. 99% dari kalsium dapat ditemukan pada tulang dan 1% dialirkan pada selaput cair, di dalam struktur sel dan selaput sel. Fungsi Kalsium Merupakan mineral yang sangat penting yaitu
o Pengaruh Neurotransmitter, peredaran darah dan fungsi otot urat
o Membantu meningkatkan kekuatan pada tulang, guna mencegah tulang keropos (osteoporsis)
o Membantu peredaran darah secara normal
o Membantu formasi sel protein dan membantu mengatur fungsi otot
o Mengontrol asam lemak (fatty acids) pada usus yang dapat mengurangi formasi sel kanker dengan tujuan mencegah terjadinya kanker usus.

Source : http://vinadanvani.wordpress.com/2008/07/13/gizi-dan-manfaat-susu-kedelai/