Showing posts with label penyakit. Show all posts
Showing posts with label penyakit. Show all posts

Sunday, May 20, 2012

Penyakit Flu Perut pada Balita

Gastroenteritis

("Flu Perut")

Definisi Viral Gastroenteritis

Gastroenteritis berarti peradangan dari lambung dan usus kecil dan usus besar. Viral gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh keragaman dari virus-virus yang berakibat pada muntah atau diare atau kedua-duanya. Ia seringkali disebut "flu perut," meskipun ia tidak disebabkan oleh viris-virus influenza.

Penyebab Viral Gastroenteritis

Banyak virus-virus yang berbeda dapat menyebabkan gastroenteritis, termasuk rotaviruses, noroviruses, adenoviruses, tipe 40 atau 41, sapoviruses, dan astroviruses. Viral gastroenteritis tidak disebabkan oleh bakteri-bakteri (seperti Salmonella atau Escherichia coli) atau parasit-parasit (seperti Giardia), atau oleh obat-obat atau kondisi-kondisi medis lain, meskipun gejala-gejalanya mungkin serupa. Dokter anda dapat menentukan apakah diare disebabkan oleh virus atau oleh sesuatu yang lain.

Gejala-Gejala Viral Gastroenteritis

Gejala-gejala utama dari viral gastroenteritis adalah diare yang berair dan muntah meskipun satu atau gejala lain mungkin mendominasi. Orang yang terpengaruh mungkin juga mempunyai sakit kepala, demam, dan kejang-kejang perut ("sakit perut"). Pada umumnya, gejala-gejala mulai 1 sampai 2 hari setelah infeksi dengan virus yang menyebabkan gastroenteritis dan mungkin berlangsung untuk 1 sampai 10 hari, tergantung pada virus mana yang menyebabkan penyakit; bagaimanapun, kebanyakan episode-episode berlangsung dari 1-3 hari.

Apakah Viral Gastroenteritis Penyakit Yang Serius ?

Untuk kebanyakan orang-orang, ia adalah tidak. Orang-orang yang mendapat viral gastroenteritis hampir selalu sembuh sepenuhnya tanpa segala persoalan-persoalan jangka panjang. Gastroenteritis adalah penyakit yang serius, bagaimanapun, untuk orang-orang yang tidak mampu untuk meminum cairan-cairan yang cukup untuk menggantikan apa yang telah mereka hilangkan melalui muntah atau diare. Bayi-bayi, anak-anak muda, dan orang-orang yang tidak mampu untuk merawat diri mereka sendiri, seperti yang cacat atau kaum tua, berisiko untuk dehidrasi dari kehilangan cairan-cairan. Orang-orang yang imunnya dikompromikan berisiko untuk dehidrasi karena mereka mungkin mendapatkan penyakit yang lebih serius, dengan muntah atau diare yang lebih besar. Mereka mngkin perlu diopname di rumah sakit untuk perawatan untuk mengkoreksi atau mencegah dehidrasi.

Apakah Penyakit Menular ? Bagaimana Virus-Virus Ini Menyebar ?

Ya, viral gastroenteritis adalah menular. Perjangkitan (dimana banyak orang-orang yang terpengaruh) terjadi terutama dari memakan atau meminum makanan-makanan atau minuman-minuman yang tercemar. Virus-virus yang menyebabkan gastroenteritis juga disebar melalui kontak yang dekat dengan orang-orang yang terinfeksi melalui pencemaran dengan feces atau muntahan (vomitus).

Makanan Tercemar Oleh Virus-Virus Gastroenteritis

Makanan mungkin tercemar oleh penyiap-penyiap atau pedagang-pedagang makanan yang mempunyai viral gastroenteritis, terutama jika mereka tidak mencuci tangan-tangan mereka secara teratur setelah menggunakan toilet. Kerang-kerangan mungkin tercemar oleh limbah, dan orang-orang yang memakan kerang-kerang yang mentah atau tidak dimasak dengan matang yang dipanen dari perairan yang tercemar mungkin mendapat diare. Air minum dapat juga tercemar oleh limbah dan menjadi sumber penyebaran dari virus-virus ini.

Dimana Dan Kapan Viral Gastroenteritis terjadi ?

Viral gastroenteritis mempengaruhi orang-orang diseluruh bagian dunia. Setiap virus mempunyai aktivitas musimannya sendiri. Contohnya, di Amerika, infeksi-infeksi rotavirus dan astrovirus terjadi selama bulan-bulan yang dingin (Oktober sampai April), dimana infeksi-infeksi adenovirus terjadi sepanjang tahun. Perjangkitan Norovirus dapat terjadi pada setting-seting institusi, seperti sekolah-sekolah, fasilitas-fasilitas perawatan anak, dan rumah-rumah asuhan, dan dapat terjadi pada setting-setting kelompok lain, seperti banquet halls, kapal-kapal pesiar, asrama-asrama, dan tempat-tempat camping. Meskipun gastroenteritis terjadi sebagai perjangkitan diantara kelompok-kelompok yang mempunyai sumber yang umum, contohnya, diatas kapal-kapal pesiar, ia juga mungkin terjadi secara sporadis pada individu-individu.

Siapa Yang Mendapat Viral Gastroenteritis ?

Siapa saja dapat memperolehnya. Viral gastroenteritis terjadi pada orang-orang dari segala umur dan latar belakang. Bagaimanapun, beberapa virus-virus cenderung menyebabkan penyakit diare terutama diantara orang-orang dalam kelompok-kelompok umur yang spesifik. Infeksi rotavirus adalah penyebab yang paling umum dari diare pada bayi-bayi dan anak-anak muda dibawah umur 5 tahun. Adenoviruses dan astroviruses menyebabkan diare kebanyakan pada anak-anak muda, namun anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa dapat juga dipengaruhi. Norwalk dan Noroviruses adalah lebih mungkin menyebabkan diare pada anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa.

Mendiagnosa Viral Gastroenteritis

Umumnya, viral gastroenteritis didiagnosa oleh dokter pada basis dari gejala-gejala dan pemeriksaan medis pasien. Infeksi rotavirus dapat didiagnosa dengan pengujian laboratorium dari contoh feces. Tes-tes untuk mendeteksi virus-virus lain yang menyebabkan gastroenteritis tidak ada dalam penggunaan yang rutin, namun unit viral gastroenteritis di CDC dapat membantu dengan analisa khusus jika diminta.

Merawat Viral Gastroenteritis

Yang paling penting dari perawatan viral gastroenteritis pada anak-anak dan kaum dewasa adalah untuk mencegah kehilangan cairan-cairan yang parah (dehidrasi). Perawatan ini harus mulai di rumah. Dokter anda mungkin memberikan anda instruksi-instruksi spesifik tentang jenis-jenis cairan yang diberikan. CDC merekomendasikan bahwa keluarga-keluarga dengan bayi-bayi dan anak-anak kecil menyimpan suplai dari oral rehydration solution (ORS) di rumah di segala waktu dan menggunakan larutan ketika diare pertama kali terjadi pada anak. ORS tersedia di apotek-apotek tanpa resep. Ikuti petunjuk-petunjuk yang ditulis pada bungkusan ORS, dan gunakan air yang bersih atau yang telah dimasak. Obat-obat, termasuk antibiotik-antibiotik (yang tidak mempunyai efek pada virus-virus) dan perawatan-perawatan lain, harus dihindari kecuali direkomendasikan secara spesifik oleh dokter.

Mencegah Viral Gastroenteritis

Orang-orang dapat mengurangi kesempatan mereka mendapatkan infeksi dengan mencuci tangan yang sering, segera disinfeksi (menyuci hama) dari permukaan-permukaan yang tercemar dengan pembersih-pembersih khlorin rumah tangga berbasis pemutih, dan segera mencuci pakaian-pakaian kotor. Jika makanan atau air diperkirakan tercemar, ia harus dihindari. Kekebalan pada noroviruses adalah singkat (berjangka pendek), berlangsung hanya beberapa bulan, sehingga adalah mungkin terinfeksi kembali. Untuk membuat hal-hal menjadi lebih rumit, bagaimanapun, beberapa individu-individu agaknya kebal karena tingkat-tingkat yang tinggi dari antibodi-antibodi pada norovirus mungkin masih peka pada infeksi. Karena ada banyak strain-strain dari noroviruses dan kekebalan adalah spesifik untuk setiap strain, adalah mungkin untuk mempunyai episode dari gastroenteritis segera setelah yang lainnya jika strain-strain yang menginfeksi adalah berbeda; bagaimanapun, ini kemungkinan terjadinya jarang. Secara keseluruhan, status dari kekebalan pada virus-virus yang menyebabkan gastroenteritis - terutama ketika ia berhubungan dengan kepekaan pada infeksi - adalah tidak sempurna.

Vaksin Untuk Viral Gastroenteritis

Sekarang ini ada tersedia vaksin rotavirus yang berlisensi yang melindungi terhadap diare yang parah dari infeksi rotavirus pada bayi-bayi dan anak-anak kecil. Studi-studi dalam vaksin norovirus sedang dikerjakan.


Source :
http://www.totalkesehatananda.com/gastroenteritis1.html dan http://www.totalkesehatananda.com/gastroenteritis2.html

Apa itu penyakit Flu Singapura?

Flu Singapura sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM )
HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease ) ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae, Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

HFMD yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas.HFMD adalah penyakit umum pada kelompok masyarakat dengan populasi yang tinggi dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).

Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur (oro-oro), tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa.

Gambaran klinis dari penyakit ini mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti ?flu? pada umumnya yang tidak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus dumulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.

Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Friday, September 17, 2010

Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir


PENYAKIT Kuning di kalangan bayi yang baru lahir adalah warna kuning pada kulit dan putih mata. Penyakit kuning yang kelihatan dialami oleh sepertiga sampai separuh dari bayi normal yang baru lahir. Hal ini biasanya tidak menimbulkan masalah dan pada umumnya semakin pudar menjelang akhir minggu pertama setelah lahir. Jika penyakit kuning tidak pudar setelah seminggu, atau masih ada setelah dua minggu, silakan hubungi dokter Anda atau hospital setempat.

Apakah penyebab warna kuning?
Dalam tubuh manusia, darah yang baru sedang dihasilkan sepanjang waktu dan darah yang lama sedang dimusnahkan. Salah satu produk darah yang dimusnahkan dikenal sebagai bilirubin. Biasanya bilirubin masuk ke hati dan kemudian meninggalkan tubuh dalam bentuk tinja. Selama beberapa hari pertama setelah lahir, hati bayi tidak berfungsi dengan sama baik dibandingkan waktu kelak, jadi cenderung terjadi longgokan bilirubin dalam darah. Ini mengakibatkan warna kuning pada kulit dan putih mata.

Apakah penyakit kuning berbahaya?
Jika jumlah bilirubin meningkat terlalu tinggi bayi mungkin mengantuk. Tingkat bilirubin yang sangat tinggi dapat mengakibatkan masalah pendengaran dan kerusakan otak. Di rumah sakit, diperhatikan agar tingkat bilirubin tidak terlalu tinggi. Penyakit kuning juga mungkin disebabkan oleh penyakit hati. Oleh karena ini, penting agar Anda menghubungi dokter setempat. Salah satu tanda penyakit hati adalah warna tinja bayi yang pucat dan bukannya kuning tua.

Bayi mana yang lebih sering menderita penyakit kuning?
Bayi yang mungkin lebih sering menderita penyakit kuning termasuk:

1. Bayi yang prematur.
2. Bayi yang terkena infeksi.
3. Bayi Rhesus atau RH babies – bayi yang mempunyai golongan darah yang berlainan dengan ibunya. Disebabkan hal ini, suatu reaksi terjadi di mana sel darah bayi dimusnahkan dengan lebih cepat.

Mengukur berapa parah penyakit kuning yang diderita bayiSejenis tes darah memeriksa tingkat bilirubin. Beberapa rumah sakit juga menggunakan alat yang diletakkan pada kulit sebagai tes pemeriksaan untuk membantu dalam menentukan apakah tes darah diperlukan. Staf rumah sakit akan melakukan tes darah jika:

1. Ada faktor risiko seperti prematuritas.
2. Penyakit kuning ditemui dalam beberapa hari pertama hidup bayi.
Perawatan

Cukup minum adalah penting sekali untuk bayi yang baru lahir. Penyakit kuning sering lebih parah karena sedikit dehidrasi. Penyakit kuning yang kurang parah pada minggu pertama tidak memerlukan perawatan kecuali minuman. Penyakit kuning yang sedang dirawat dengan meletakkan bayi telanjang (dengan masker perlindungan untuk menutup mata) di bawah lampu cerah atau cahaya yang berwarna biru. Ini dikenal sebagai fototerapi.

Cahaya memecahkan bilirubin dalam kulit dan menjadikan penyakit kuning semakin pudar. Perawatan cahaya ini mungkin mengakibatkan bayi membuang tinja yang cair. Hal ini ditangani dengan meningkatkan jumlah minuman. Terkena cahaya matahari tanpa perhatian mungkin berbahaya dan mengakibatkan kulit terbakar. Dengan penyakit kuning yang parah, bayi mungkin perlu menjalani transfusi darah khusus di mana darah bayi diganti (ditukar) dengan darah yang bersih untuk membuang bilirubin dari tubuh.

Apakah ada masalah jangka panjang dari penyakit kuning?
Biasanya tidak ada masalah jangka panjang setelah bayi menderita penyakit kuning. Bayi yang menderita penyakit kuning yang parah harus diperiksa pendengarannya secara berkala. Hal ini sebaiknya dibicarakan dengan dokter Anda atau perawat anak kecil. Sekarang ini kerusakan otak akibat penyakit kuning yang parah jarang sekali ditemui karena tingkat penyakit kuning dipantau dengan teliti pada beberapa hari pertama kehidupan di rumah sakit atau di rumah dengan program di mana bayi pulang ke rumah secara dini.


Ingatlah:
Jika penyakit kuning tidak mulai pudar setelah seminggu, atau berkelanjutan setelah dua minggu, silakan hubungi dokter Anda atau rumah sakit setempat.
Penyakit kuning mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti penyakit hati. Oleh karena ini, penting agar Anda menghubungi dokter setempat, jika penyakit kuning tidak pudar.

© The Children's Hospital at Westmead & Sydney Children's Hospital, Randwick - 1997-2004. This document was reviewed on Wednesday, 5 November 2003.

Source : http://www.bayisehat.com/immunization-mainmenu-36/56-penyakit-kuning-bayi-baru-lahir.html

Friday, August 6, 2010

5 Imunisasi Dasar untuk Bayi


Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan aktif kepada seseorang dengan cara memberikan vaksin. dengan imunisasi, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit. sebaliknya, bila tidak, akan mudah terkena penyakit infeksi berbahaya.

Vaksin adalah produk biologis yang berasal dari virus, atau bakteri penyakit yang telah dilemahkan/dimatikan atau rekombinan, yang digunakan untuk menangkal penyakit. kehadiran vaksin dalam tubuh manusia akan mendorong reaksi perlawanan terhadap virus atau bakteri dari penyakit yang bersangkutan.

Pada dasarnya semua orang perlu diimunisasi, terutama orang2 yang berisiko tinggi terkena penyakit, seperti: bayi, anak usia balita, anak sekolah, wanita hamil, wanita usia subur (WUS). ada 2 cara melakukan imunisasi yaitu, oral dan penyuntikan.

Pemberian imunisasi yang terbaik adalah pemberian yang tepat jadual. bila tidak, perlindungan terhadap penyakit yang ingin ditangkal, menjadi tidak optimal.boleh ditunda, bila kondisi anak sedang sakit. Bila anak sudah sehat segera lengkapi imunisasinya.


Nah, Kelima jenis imunisasi yang harus diperoleh anak, yaitu:
1. BCG diberikan 1 kali (pada usia 1 bulan)
2. DPT diberikan 3 kali (pada usia 2,3,dan 4 bulan)
3. Polio diberikan 4 kali (pada usia 1,2,3, dan 4 bulan)
4. Campak diberikan 1 kali (pada usia 9 bulan)
5. Hepatitis B diberikan 1 kali (pada usia 0-7 hari)

Apa yang dimaksud dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)?
KIPI adalah kejadian sakit yang mungkin timbul setelah imunisasi. Kejadian ini umumnya terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi.
1. BCG = Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka dengan garis tengah sekitar 10 mm. Jangan diberi obat apapun, dan biarkan luka tetap terbuka. Luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan parut yang kecil.

2. DPT = Kadang2 bayi menderita panas setelah mendapat vaksin ini. Tetapi panas ini umumnya akan sembuh dalam 1-2 hari. Sebagian bayi merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. sedangkan sebagian bayi lainnya tidak. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan, akan sembuh sendiri.

3. Polio = Tidak ada efek samping

4. Campak = anak mungkin panas pada hari ke 5-12 sesudah suntikan. Kadang2 disertai kemerahan pada kulit seperti campak. Hal ini adalah gejala penyakit campak ringan dan umumnya setelah 1-2 hari akan hilang.

5. Hepatitis B = Tidak ada efek samping

apa yang perlu disampaikan kepada ibu yang anaknya demam setelah diimunisasi?
1. Lebih sering meneteki (ASI) dari biasanya, untuk menjamin bayi/anak menerima cukup zat cair. Jika bayi berusia lebih dari 6 bulan boleh diberi tambahan air minum.
2. Memberikan obat penurun panas dengan dosis sesuai anjuran dokter.
3. Mengompres dahi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat.
4. Membawa bayi ke dokter atau layanan kesehatan jika demam berlanjut.

Semoga artikel ini bisa membantu anda.


Source : http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/30/5-imunisasi-dasar-lengkap/