Showing posts with label bayi. Show all posts
Showing posts with label bayi. Show all posts

Sunday, May 20, 2012

Penyakit Flu Perut pada Balita

Gastroenteritis

("Flu Perut")

Definisi Viral Gastroenteritis

Gastroenteritis berarti peradangan dari lambung dan usus kecil dan usus besar. Viral gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh keragaman dari virus-virus yang berakibat pada muntah atau diare atau kedua-duanya. Ia seringkali disebut "flu perut," meskipun ia tidak disebabkan oleh viris-virus influenza.

Penyebab Viral Gastroenteritis

Banyak virus-virus yang berbeda dapat menyebabkan gastroenteritis, termasuk rotaviruses, noroviruses, adenoviruses, tipe 40 atau 41, sapoviruses, dan astroviruses. Viral gastroenteritis tidak disebabkan oleh bakteri-bakteri (seperti Salmonella atau Escherichia coli) atau parasit-parasit (seperti Giardia), atau oleh obat-obat atau kondisi-kondisi medis lain, meskipun gejala-gejalanya mungkin serupa. Dokter anda dapat menentukan apakah diare disebabkan oleh virus atau oleh sesuatu yang lain.

Gejala-Gejala Viral Gastroenteritis

Gejala-gejala utama dari viral gastroenteritis adalah diare yang berair dan muntah meskipun satu atau gejala lain mungkin mendominasi. Orang yang terpengaruh mungkin juga mempunyai sakit kepala, demam, dan kejang-kejang perut ("sakit perut"). Pada umumnya, gejala-gejala mulai 1 sampai 2 hari setelah infeksi dengan virus yang menyebabkan gastroenteritis dan mungkin berlangsung untuk 1 sampai 10 hari, tergantung pada virus mana yang menyebabkan penyakit; bagaimanapun, kebanyakan episode-episode berlangsung dari 1-3 hari.

Apakah Viral Gastroenteritis Penyakit Yang Serius ?

Untuk kebanyakan orang-orang, ia adalah tidak. Orang-orang yang mendapat viral gastroenteritis hampir selalu sembuh sepenuhnya tanpa segala persoalan-persoalan jangka panjang. Gastroenteritis adalah penyakit yang serius, bagaimanapun, untuk orang-orang yang tidak mampu untuk meminum cairan-cairan yang cukup untuk menggantikan apa yang telah mereka hilangkan melalui muntah atau diare. Bayi-bayi, anak-anak muda, dan orang-orang yang tidak mampu untuk merawat diri mereka sendiri, seperti yang cacat atau kaum tua, berisiko untuk dehidrasi dari kehilangan cairan-cairan. Orang-orang yang imunnya dikompromikan berisiko untuk dehidrasi karena mereka mungkin mendapatkan penyakit yang lebih serius, dengan muntah atau diare yang lebih besar. Mereka mngkin perlu diopname di rumah sakit untuk perawatan untuk mengkoreksi atau mencegah dehidrasi.

Apakah Penyakit Menular ? Bagaimana Virus-Virus Ini Menyebar ?

Ya, viral gastroenteritis adalah menular. Perjangkitan (dimana banyak orang-orang yang terpengaruh) terjadi terutama dari memakan atau meminum makanan-makanan atau minuman-minuman yang tercemar. Virus-virus yang menyebabkan gastroenteritis juga disebar melalui kontak yang dekat dengan orang-orang yang terinfeksi melalui pencemaran dengan feces atau muntahan (vomitus).

Makanan Tercemar Oleh Virus-Virus Gastroenteritis

Makanan mungkin tercemar oleh penyiap-penyiap atau pedagang-pedagang makanan yang mempunyai viral gastroenteritis, terutama jika mereka tidak mencuci tangan-tangan mereka secara teratur setelah menggunakan toilet. Kerang-kerangan mungkin tercemar oleh limbah, dan orang-orang yang memakan kerang-kerang yang mentah atau tidak dimasak dengan matang yang dipanen dari perairan yang tercemar mungkin mendapat diare. Air minum dapat juga tercemar oleh limbah dan menjadi sumber penyebaran dari virus-virus ini.

Dimana Dan Kapan Viral Gastroenteritis terjadi ?

Viral gastroenteritis mempengaruhi orang-orang diseluruh bagian dunia. Setiap virus mempunyai aktivitas musimannya sendiri. Contohnya, di Amerika, infeksi-infeksi rotavirus dan astrovirus terjadi selama bulan-bulan yang dingin (Oktober sampai April), dimana infeksi-infeksi adenovirus terjadi sepanjang tahun. Perjangkitan Norovirus dapat terjadi pada setting-seting institusi, seperti sekolah-sekolah, fasilitas-fasilitas perawatan anak, dan rumah-rumah asuhan, dan dapat terjadi pada setting-setting kelompok lain, seperti banquet halls, kapal-kapal pesiar, asrama-asrama, dan tempat-tempat camping. Meskipun gastroenteritis terjadi sebagai perjangkitan diantara kelompok-kelompok yang mempunyai sumber yang umum, contohnya, diatas kapal-kapal pesiar, ia juga mungkin terjadi secara sporadis pada individu-individu.

Siapa Yang Mendapat Viral Gastroenteritis ?

Siapa saja dapat memperolehnya. Viral gastroenteritis terjadi pada orang-orang dari segala umur dan latar belakang. Bagaimanapun, beberapa virus-virus cenderung menyebabkan penyakit diare terutama diantara orang-orang dalam kelompok-kelompok umur yang spesifik. Infeksi rotavirus adalah penyebab yang paling umum dari diare pada bayi-bayi dan anak-anak muda dibawah umur 5 tahun. Adenoviruses dan astroviruses menyebabkan diare kebanyakan pada anak-anak muda, namun anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa dapat juga dipengaruhi. Norwalk dan Noroviruses adalah lebih mungkin menyebabkan diare pada anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa.

Mendiagnosa Viral Gastroenteritis

Umumnya, viral gastroenteritis didiagnosa oleh dokter pada basis dari gejala-gejala dan pemeriksaan medis pasien. Infeksi rotavirus dapat didiagnosa dengan pengujian laboratorium dari contoh feces. Tes-tes untuk mendeteksi virus-virus lain yang menyebabkan gastroenteritis tidak ada dalam penggunaan yang rutin, namun unit viral gastroenteritis di CDC dapat membantu dengan analisa khusus jika diminta.

Merawat Viral Gastroenteritis

Yang paling penting dari perawatan viral gastroenteritis pada anak-anak dan kaum dewasa adalah untuk mencegah kehilangan cairan-cairan yang parah (dehidrasi). Perawatan ini harus mulai di rumah. Dokter anda mungkin memberikan anda instruksi-instruksi spesifik tentang jenis-jenis cairan yang diberikan. CDC merekomendasikan bahwa keluarga-keluarga dengan bayi-bayi dan anak-anak kecil menyimpan suplai dari oral rehydration solution (ORS) di rumah di segala waktu dan menggunakan larutan ketika diare pertama kali terjadi pada anak. ORS tersedia di apotek-apotek tanpa resep. Ikuti petunjuk-petunjuk yang ditulis pada bungkusan ORS, dan gunakan air yang bersih atau yang telah dimasak. Obat-obat, termasuk antibiotik-antibiotik (yang tidak mempunyai efek pada virus-virus) dan perawatan-perawatan lain, harus dihindari kecuali direkomendasikan secara spesifik oleh dokter.

Mencegah Viral Gastroenteritis

Orang-orang dapat mengurangi kesempatan mereka mendapatkan infeksi dengan mencuci tangan yang sering, segera disinfeksi (menyuci hama) dari permukaan-permukaan yang tercemar dengan pembersih-pembersih khlorin rumah tangga berbasis pemutih, dan segera mencuci pakaian-pakaian kotor. Jika makanan atau air diperkirakan tercemar, ia harus dihindari. Kekebalan pada noroviruses adalah singkat (berjangka pendek), berlangsung hanya beberapa bulan, sehingga adalah mungkin terinfeksi kembali. Untuk membuat hal-hal menjadi lebih rumit, bagaimanapun, beberapa individu-individu agaknya kebal karena tingkat-tingkat yang tinggi dari antibodi-antibodi pada norovirus mungkin masih peka pada infeksi. Karena ada banyak strain-strain dari noroviruses dan kekebalan adalah spesifik untuk setiap strain, adalah mungkin untuk mempunyai episode dari gastroenteritis segera setelah yang lainnya jika strain-strain yang menginfeksi adalah berbeda; bagaimanapun, ini kemungkinan terjadinya jarang. Secara keseluruhan, status dari kekebalan pada virus-virus yang menyebabkan gastroenteritis - terutama ketika ia berhubungan dengan kepekaan pada infeksi - adalah tidak sempurna.

Vaksin Untuk Viral Gastroenteritis

Sekarang ini ada tersedia vaksin rotavirus yang berlisensi yang melindungi terhadap diare yang parah dari infeksi rotavirus pada bayi-bayi dan anak-anak kecil. Studi-studi dalam vaksin norovirus sedang dikerjakan.


Source :
http://www.totalkesehatananda.com/gastroenteritis1.html dan http://www.totalkesehatananda.com/gastroenteritis2.html

Apa itu penyakit Flu Singapura?

Flu Singapura sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM )
HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease ) ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae, Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

HFMD yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas.HFMD adalah penyakit umum pada kelompok masyarakat dengan populasi yang tinggi dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).

Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur (oro-oro), tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa.

Gambaran klinis dari penyakit ini mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti ?flu? pada umumnya yang tidak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus dumulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.

Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Tuesday, May 17, 2011

Cara Membuat Anak Laki-laki atau Perempuan

Tips cara membuat anak ini adalah pengetahuan serta kemampuan dasar yang sangat penting untuk pasangan dari ikatan suci pernikahan agar menghasilkan keturunan atau anak yang dibutuhkan. Untuk membuat anak garis besarnya adalah sel telur yang ada di dalam tubuh ibu atau wanita dibuahi oleh sel sperma ayah atau pria.
Syarat Terjadinya Pembuahan Sederhana Pada Manusia :
- Perempuan Dalam Masa Subur Dan Normal
- Laki-Laki Dalam Masa Subur, Normal Dan Tidak Impoten
- Aktivitas / Kegiatan Pembuahan Sel Telur Yang Baik
Kegiatan pembuahan dilakukan dengan memasukkan alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina untuk merangsang keluarnya cairan sperma (air mani jantan) yang nantinya akan masuk ke dalam rahim betina. Posisi hubungan intim (hubungan seks) yang baik untuk pembuahan adalah posisi laki-laki di atas dan wanita di bawah sama-sama tiduran. Sperma yang masuk dibiarkan selama 15 menit untuk masuk ke rahim.

Setelah terjadi pembuahan sel telur ibu oleh sel sperma ayah yang mungkin berlangsung selama beberapa hari, si ibu akan hamil kurang lebih selama sembilan / 9 bulan dan kemudian akan melahirkan anak yang sehat jika semua berjalan normal.
Cara Membuat Anak Laki-laki Atau Perempuan

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa konsep dasar terjadinya pembuahan adalah bertemunya sel telur dan sel sperma (ini sudah pasti), bagaimanapun caranya. Oleh karenanya kita harus tau dulu karakteristik sel telur & sel sperma. Keduanya punya kromosom. XX untuk sel telur dan XY untuk sperma.

X sifatnya : bergerak lambat, waktu hidup lebih tahan/ tahan lama, bersifat basa,
Y sifatnya : bergerak cepat, waktu hidup sebentar/ cepat mati, bersifat asam..

Nah lelaki mempunyai kromosom XY dengan suasana asam didalam akrosomnya (zat di ujung sperma). Sedangkan wanita mempunyai kromosom XX dengan suasana rahim adalah basa.

Nah, kalau basa + asam menyatu apa yang terjadi?? NETRAL, artinya asam kalah artinya kromosom Y yang dibawa sperma akan mati. Mudahnya begini, yang ingin "dimenangkan" apa dulu, X apa Y?

Setelah itu yang paling penting sebenernya adalah timing masa subur, perhitungannya adalah masa subur dibagi 2 plus minus 3 hari. Misalkan dalam 30 hari, menstruasinya selama 6 hari mulai tanggal 24-30, sehingga puncak masa suburnya adalah tgl 12. Masa subur terbaik adalah tgl 9-12 dan 12-15, kenapa?? Karena pada saat itu, ovum telah melalui proses pematangan. Sebelum proses peluruhan yaitu tanggal 16 dst sehingga, kalau pengen punya anak ya di tanggal-tanggal tersebut.


Kesimpulan:
Bagi yang ingin punya anak laki-laki
1. Y harus menang dalam pertempuran mencapai ovum, ini mutlak. sehingga, ovum harus siap terlebih dulu agar bisa ditembus oleh akrosom sperma. Dalam tempo yangg singkat pemenang lomba lari adalah Y karena X larinya lambat :)

2. Rahim harus bersuasana asam..minimal dikurangi tingkat ke-basa-annya..agar sesuai dengan sperma dan tidak membunuh kromosom Y

3. Wanita harus keluar lebih dulu/orgasme (terserah caranya..saya tidak akan bicara posisi)

4. Makanan juga ada pengaruhnya lho, daging telur dll..

5. Waktu paling tepat (berdasar teori adalah tanggal 12-15) karena tanggal 12 telur sudah matang

Bagi yang ingin punya anak Perempuan
1. X harus menang, intinya ovum jangan matang dulu, sehingga sperma harus "nunggu" diluar ovum. Selama masa menunggu yang duluan mati adalah kromosom Y..sehingga X menang walau lambat tapi pasti.(enak tenan ya si X ??)

2. Rahim suasana basa juga tidak apa, sehingga secara alami kromosom Y mati duluan.(kasian)

3. Waktunya boleh gak tepat..yaitu sebelum tgl 12, kenapa?? Untuk memberikan waktu ovum matang dulu..sperma kan sudah di "waiting list"..Y pada mati.

Source : http://www.rizkythea.com/2010/05/cara-membuat-anak.html

Sunday, January 16, 2011

Dampak Buruk Obat Nyamuk bagi Kesehatan Manusia

Dampak Buruk Obat Nyamuk

KOMPAS.com — Maunya, sih, biar si kecil bisa tidur nyenyak tanpa gangguan nyamuk. Akan tetapi, hati-hati, lo, ia masih rentan terhadap zat racun yang ditimbulkan obat nyamuk.

Gara-gara tak ingin si kecil terganggu tidurnya, biasanya kita menggunakan obat nyamuk. Entah yang dalam bentuk semprot, bakar, oles, ataupun elektrik. "Pada prinsipnya, semua obat nyamuk memiliki khasiat sama, untuk membunuh dan mengusir nyamuk. Bedanya cuma dalam kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau zat racunnya," ujar dr H Bambang Supriyatno SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Akan tetapi, tahukah para ibu dan ayah bahwa obat nyamuk bisa menjadi "ancaman" buat kita? Apalagi jika si kecil termasuk anak yang peka atau sensitif.

Aneka risiko
Mengapa obat nyamuk berbahaya buat manusia? Sebab obat nyamuk mengandung bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), propoxur (karbamat), dan diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh serangga.

Memang, seperti dijelaskan Bambang Supriyatno, tak semua bahan aktif tadi murni. Artinya, ada zat tambahannya. "Entah itu pewarna, pengawet, ataupun pewangi. Jadi, seperti ingridien dalam makanan. Campuran bahan tambahan tadi untuk memberikan wewangian tertentu karena umumnya bahan aktif berbau kurang sedap. "Nah, asal tahu saja, bahan-bahan tambahan ini pun berdampak pula pada kesehatan. Jadi, berlipatgandalah dampak buruk si obat nyamuk ini."

Racun nyamuk ditemukan pada semua jenis obat nyamuk. "Pada obat nyamuk bakar, semprot, dan elektrik lebih cenderung untuk membunuh nyamuk, sedangkan pada obat nyamuk oles lebih pada pencegahannya, yaitu mengusir nyamuk," jelas Bambang.

Kendati mengeluarkan zat racun yang sama, dosis tiap-tiap obat nyamuk berbeda satu sama lain. Ditilik dari segi konsentrasi atau komposisi, bahan aktif pada obat nyamuk terdiri dari konsentrasi ringan sampai berat, dari yang kurang toksid sampai yang lebih toksid.

Yang jelas, semua itu tergantung dari kadar konsentrasi racun dan jumlah pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot mungkin sedikit, tetapi kalau disemprotkan berulang kali tentu kadarnya akan bertambah banyak. Obat nyamuk yang memiliki kadar demikian mungkin bisa mematikan nyamuk dengan cepat, tetapi membahayakan kesehatan manusia.

Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar karena secara langsung mengeluarkan asap yang dapat terhirup. Sementara obat nyamuk semprot berbentuk cair memiliki konsentrasi berbeda karena cairan yang dikeluarkan akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap, tetapi dengan daya elektrik.

Dengan demikian, makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia.


Batuk jadi pertanda
Bayi dan anak balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.

"Bahan aktif dari obat nyamuk masuk ke dalam tubuh, baik melalui pernafasan maupun kulit, ke peredaran darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. Nah, organ mana yang sensitif, maka itulah yang akan terkena. Tentunya karena obat nyamuk lebih pada hirupan, maka yang paling berperan sekali adalah pernafasan. Sementara kalau lewat kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit anaknya," jelas Bambang.

Jadi, gangguan-gangguan pada organ tubuh bisa saja terjadi jika pemakaian obat nyamuk tidak terkontrol sehingga dipakai dalam dosis yang berlebihan.
Anak yang punya alergi akan lebih menunjukkan reaksi, terutama pada saluran nafasnya. Ia akan lebih mudah batuk. Hal ini terjadi karena adanya gangguan mekanisme pertahanan saluran nafas, yang diakibatkan bahan aktif yang terhirup.

Reaksi yang terjadi bisa cepat, bisa juga lambat. Pada anak yang sensitif organ pernafasannya, reaksinya bisa saat itu juga atau timbul dalam beberapa menit. Begitu terhirup bau obat nyamuk, ia langsung batuk-batuk. Namun, ada juga yang setelah enam jam baru batuk-batuk. Obat nyamuk bisa juga menjadi faktor pencetus asma. Dampak ini terlihat pada anak yang memiliki bakat asma.

Lain lagi jika terjadi pada anak yang memiliki kulit sensitif. Jika terkena bahan-bahan yang terkandung dalam obat nyamuk, terutama bahan tambahannya, kulitnya akan kemerahan. Dan, ketika digaruk akan timbul lecet dan mungkin bisa menjadi eksim.


Source : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/16/15581070/Dampak.Buruk.Obat.Nyamuk

Tuesday, December 21, 2010

8 Tips Aman Naik Pesawat Bersama Bayi

Perjalanan jauh membawa si kecil (bayi) sebaiknya dihindari jika hal itu tidak terlalu penting. KarenA tubuh si Bayi masi rentan terhadap kuman dan masih belum bisa menyesuaikan diri secara sempurna terhadap kondisi lingkungan sekitar. Tetapi jika perjalanan jauh tidak dapat dihindari, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar tetap nyaman selama melakukan perjalanan bersama si kecil.


1. Pesan satu tempat duduk tambahan buat si kecil
Hal ini terutama jika bayi anda sudah cukup besar karena sangat tidak dianjurkan memangku bayi saat naik pesawat. Selain itu gunakan car seat untuk keamanan buah hati anda.

2. Jika waktu penerbangan cukup lama, bawa mainan atau benda kesukaan si kecil agar ia tetap tenang di tempat duduknya.

3. Lengkapi bayi dengan cadangan oksigen. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya sesak napas yang biasanya terjadi di lingkungan dengan kadar oksigen rendah seperti di kabin pesawat.

4. Berikan susu atau dot atau susui si kecil jika pesawat sedang take off dan mendarat untuk mengurangi rasa sakit di telinga akibat perubahan tekanan udara secara mendadak.


5. Jika rewel, gendong bayi posisi berdiri menghadap belakang.

6. Perhatikan usia si kecil. Anda boleh membawa si kecil jika usianya lebih dari 3 bulan. Jangan melakukan perjalanan dengan si kecil dengan pesawat bila usianya kurang dari 6 minggu. Hal ini karena pada usia tersebut bayi masih rentan terhadap bakteri terutama di ruangan yang tertutup seperti kabin pesawat.

7. Tidak terburu-buru keluar pesawat untuk menghindari desakan.

8. Jangan lupa baca doa ketika naik pesawat.

Friday, September 17, 2010

Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir


PENYAKIT Kuning di kalangan bayi yang baru lahir adalah warna kuning pada kulit dan putih mata. Penyakit kuning yang kelihatan dialami oleh sepertiga sampai separuh dari bayi normal yang baru lahir. Hal ini biasanya tidak menimbulkan masalah dan pada umumnya semakin pudar menjelang akhir minggu pertama setelah lahir. Jika penyakit kuning tidak pudar setelah seminggu, atau masih ada setelah dua minggu, silakan hubungi dokter Anda atau hospital setempat.

Apakah penyebab warna kuning?
Dalam tubuh manusia, darah yang baru sedang dihasilkan sepanjang waktu dan darah yang lama sedang dimusnahkan. Salah satu produk darah yang dimusnahkan dikenal sebagai bilirubin. Biasanya bilirubin masuk ke hati dan kemudian meninggalkan tubuh dalam bentuk tinja. Selama beberapa hari pertama setelah lahir, hati bayi tidak berfungsi dengan sama baik dibandingkan waktu kelak, jadi cenderung terjadi longgokan bilirubin dalam darah. Ini mengakibatkan warna kuning pada kulit dan putih mata.

Apakah penyakit kuning berbahaya?
Jika jumlah bilirubin meningkat terlalu tinggi bayi mungkin mengantuk. Tingkat bilirubin yang sangat tinggi dapat mengakibatkan masalah pendengaran dan kerusakan otak. Di rumah sakit, diperhatikan agar tingkat bilirubin tidak terlalu tinggi. Penyakit kuning juga mungkin disebabkan oleh penyakit hati. Oleh karena ini, penting agar Anda menghubungi dokter setempat. Salah satu tanda penyakit hati adalah warna tinja bayi yang pucat dan bukannya kuning tua.

Bayi mana yang lebih sering menderita penyakit kuning?
Bayi yang mungkin lebih sering menderita penyakit kuning termasuk:

1. Bayi yang prematur.
2. Bayi yang terkena infeksi.
3. Bayi Rhesus atau RH babies – bayi yang mempunyai golongan darah yang berlainan dengan ibunya. Disebabkan hal ini, suatu reaksi terjadi di mana sel darah bayi dimusnahkan dengan lebih cepat.

Mengukur berapa parah penyakit kuning yang diderita bayiSejenis tes darah memeriksa tingkat bilirubin. Beberapa rumah sakit juga menggunakan alat yang diletakkan pada kulit sebagai tes pemeriksaan untuk membantu dalam menentukan apakah tes darah diperlukan. Staf rumah sakit akan melakukan tes darah jika:

1. Ada faktor risiko seperti prematuritas.
2. Penyakit kuning ditemui dalam beberapa hari pertama hidup bayi.
Perawatan

Cukup minum adalah penting sekali untuk bayi yang baru lahir. Penyakit kuning sering lebih parah karena sedikit dehidrasi. Penyakit kuning yang kurang parah pada minggu pertama tidak memerlukan perawatan kecuali minuman. Penyakit kuning yang sedang dirawat dengan meletakkan bayi telanjang (dengan masker perlindungan untuk menutup mata) di bawah lampu cerah atau cahaya yang berwarna biru. Ini dikenal sebagai fototerapi.

Cahaya memecahkan bilirubin dalam kulit dan menjadikan penyakit kuning semakin pudar. Perawatan cahaya ini mungkin mengakibatkan bayi membuang tinja yang cair. Hal ini ditangani dengan meningkatkan jumlah minuman. Terkena cahaya matahari tanpa perhatian mungkin berbahaya dan mengakibatkan kulit terbakar. Dengan penyakit kuning yang parah, bayi mungkin perlu menjalani transfusi darah khusus di mana darah bayi diganti (ditukar) dengan darah yang bersih untuk membuang bilirubin dari tubuh.

Apakah ada masalah jangka panjang dari penyakit kuning?
Biasanya tidak ada masalah jangka panjang setelah bayi menderita penyakit kuning. Bayi yang menderita penyakit kuning yang parah harus diperiksa pendengarannya secara berkala. Hal ini sebaiknya dibicarakan dengan dokter Anda atau perawat anak kecil. Sekarang ini kerusakan otak akibat penyakit kuning yang parah jarang sekali ditemui karena tingkat penyakit kuning dipantau dengan teliti pada beberapa hari pertama kehidupan di rumah sakit atau di rumah dengan program di mana bayi pulang ke rumah secara dini.


Ingatlah:
Jika penyakit kuning tidak mulai pudar setelah seminggu, atau berkelanjutan setelah dua minggu, silakan hubungi dokter Anda atau rumah sakit setempat.
Penyakit kuning mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti penyakit hati. Oleh karena ini, penting agar Anda menghubungi dokter setempat, jika penyakit kuning tidak pudar.

© The Children's Hospital at Westmead & Sydney Children's Hospital, Randwick - 1997-2004. This document was reviewed on Wednesday, 5 November 2003.

Source : http://www.bayisehat.com/immunization-mainmenu-36/56-penyakit-kuning-bayi-baru-lahir.html

Friday, August 6, 2010

5 Imunisasi Dasar untuk Bayi


Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan aktif kepada seseorang dengan cara memberikan vaksin. dengan imunisasi, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit. sebaliknya, bila tidak, akan mudah terkena penyakit infeksi berbahaya.

Vaksin adalah produk biologis yang berasal dari virus, atau bakteri penyakit yang telah dilemahkan/dimatikan atau rekombinan, yang digunakan untuk menangkal penyakit. kehadiran vaksin dalam tubuh manusia akan mendorong reaksi perlawanan terhadap virus atau bakteri dari penyakit yang bersangkutan.

Pada dasarnya semua orang perlu diimunisasi, terutama orang2 yang berisiko tinggi terkena penyakit, seperti: bayi, anak usia balita, anak sekolah, wanita hamil, wanita usia subur (WUS). ada 2 cara melakukan imunisasi yaitu, oral dan penyuntikan.

Pemberian imunisasi yang terbaik adalah pemberian yang tepat jadual. bila tidak, perlindungan terhadap penyakit yang ingin ditangkal, menjadi tidak optimal.boleh ditunda, bila kondisi anak sedang sakit. Bila anak sudah sehat segera lengkapi imunisasinya.


Nah, Kelima jenis imunisasi yang harus diperoleh anak, yaitu:
1. BCG diberikan 1 kali (pada usia 1 bulan)
2. DPT diberikan 3 kali (pada usia 2,3,dan 4 bulan)
3. Polio diberikan 4 kali (pada usia 1,2,3, dan 4 bulan)
4. Campak diberikan 1 kali (pada usia 9 bulan)
5. Hepatitis B diberikan 1 kali (pada usia 0-7 hari)

Apa yang dimaksud dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)?
KIPI adalah kejadian sakit yang mungkin timbul setelah imunisasi. Kejadian ini umumnya terjadi dalam masa satu bulan setelah imunisasi.
1. BCG = Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil yang menjadi luka dengan garis tengah sekitar 10 mm. Jangan diberi obat apapun, dan biarkan luka tetap terbuka. Luka tersebut akan sembuh dengan sendirinya dan meninggalkan parut yang kecil.

2. DPT = Kadang2 bayi menderita panas setelah mendapat vaksin ini. Tetapi panas ini umumnya akan sembuh dalam 1-2 hari. Sebagian bayi merasa nyeri, sakit, merah atau bengkak di tempat suntikan. sedangkan sebagian bayi lainnya tidak. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan, akan sembuh sendiri.

3. Polio = Tidak ada efek samping

4. Campak = anak mungkin panas pada hari ke 5-12 sesudah suntikan. Kadang2 disertai kemerahan pada kulit seperti campak. Hal ini adalah gejala penyakit campak ringan dan umumnya setelah 1-2 hari akan hilang.

5. Hepatitis B = Tidak ada efek samping

apa yang perlu disampaikan kepada ibu yang anaknya demam setelah diimunisasi?
1. Lebih sering meneteki (ASI) dari biasanya, untuk menjamin bayi/anak menerima cukup zat cair. Jika bayi berusia lebih dari 6 bulan boleh diberi tambahan air minum.
2. Memberikan obat penurun panas dengan dosis sesuai anjuran dokter.
3. Mengompres dahi bayi dengan menggunakan kain yang dibasahi air hangat.
4. Membawa bayi ke dokter atau layanan kesehatan jika demam berlanjut.

Semoga artikel ini bisa membantu anda.


Source : http://anurannisa.wordpress.com/2009/03/30/5-imunisasi-dasar-lengkap/

Friday, July 9, 2010

Kalsium untuk Ibu Hamil? Harus itu...


Fani (25 tahun), merasa berbunga-bunga saat dokter kandungan menyatakan dirinya positif hamil empat minggu. Sudah cukup lama dia menantikan momen berharga ini. Begitu tahu dirinya hamil, Fani langsung mencari literatur tentang makanan yang harus dikonsumsinya selama mengandung. Dari literatur yang dibacanya, disebutkan bahwa ibu yang tengah berbadan dua amat disarankan mengonsumsi makanan berkalsium tinggi.

Zat ini menjadi penting karena berguna untuk pembentukan tulang pada janin, juga gigi kelak dia besar. Kalsium amat dibutuhkan wanita kala memasuki trimester kedua dan ketiga masa kehamilan. Pasalnya, pada trimester kedua itulah janin mulai tumbuh dengan pesat dibandingkan masa trimester pertama. Bahkan, kecepatan pertumbuhannya diperkirakan mencapai 10 gram per hari. Menakjubkan bukan?

Selama kehamilan, kebutuhan akan zat kalsium mencapai 1.200 mg per hari dibanding kebutuhan manusia normal 1.000 mg per hari.


Langkah apa saja yang bisa dilakukan ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan kalsium? Ada 9 langkah praktis yang bisa dilakukan, yakni:
1. Mengonsumsi makanan sumber kalsium, seperti susu, keju, kedelai, tahu, tempe, daun kelor, bayam, udang, teri dan daun talas

2. Hindari minum seduhan teh atau kopi lebih dari 3 gram per hari

3. Hindari minum yang mengandung soda, apalagi alkohol, karena mempengaruhi penyerapan kalsium

4. Hindari makanan berserat terlalu banyak, terutama minuman serat yang banyak diiklankan, karena serat mempengaruhi kemampuan tubuh menyerap kalsium

5. Minumlah minuman yang mengandung Lactobacillus (misal yoghurt) untuk membantu penyerapan kalsium

6. Hindari konsumsi obat yang mengandung kortikosteroid (biasanya banyak terdapat pada obat untuk asma)

7. Lakukan olahraga teratur selama kehamilan

8. Berjemur di bawah matahari pukul 07.00-08.00 lebih kurang 15 menit

9. Jika merasakan keluhan perut kembung bahkan sembelit saat mengonsumsi suplemen kalsium, coba kurangi dosisnya. Secara bertahap baru ditambah kembali.

Mau bayi yang dilahirkan sehat dengan tulang kuat bukan? Pastikan kebutuhan kalsium si kecil tercukupi sejak dalam kandungan...


Source : http://www.hanyawanita.com/_mother_child/pregnancy/article.php?article_id=2103

Wednesday, July 7, 2010

Tips memilih Susu Formula untuk Bayi (Inget!!! ASI tetap the BEST)


Bila karena alasan tertentu bayi tak bisa mendapatkan ASI, maka susu formula memang tepat dijadikan penggantinya. Namun, susu ini tak bisa disamakan dengan ASI karena tak ada satu pun susu formula yang kandungan gizinya dapat menyamai ASI. Terutama karena protein hasil olahan tubuh ibu sama sekali berbeda dari protein olahan tubuh sapi.


Selewat usia bayi, susu formula bukan lagi merupakan pengganti ASI tetapi suplemen atau pelengkap makanan yang berfungsi membantu pertumbuhan anak. Yang perlu dipahami, kebutuhan zat gizi masing-masing golongan usia anak adalah berbeda. Ada golongan usia 0-1 tahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun dan 6 tahun ke atas. Di pasaran, penggolongan susu formula berdasar usia seharusnya mempermudah orang tua dalam memilihkan susu untuk buah hatinya. Namun kenyataannya, penggolongan ini sering justru membingungkan, bukan? Nah, sebelum tersesat, baca dulu panduannya berikut ini.



BEBERAPA YANG MESTI DIPERHATIKAN

* Faktor Usia
Klasifikasi susu berdasar usia tentu bukan tanpa alasan. Susu formula untuk bayi saja dibedakan menjadi dua, yaitu:
- susu formula awal untuk bayi usia 0-6 bulan
- susu formula lanjutan untuk bayi usia 6-12 bulan.

Mengapa perlu dibedakan? Karena kandungan susu dalam masing-masing penggolongan tersebut disesuaikan dengan kemampuan organ pencernaan bayi. Bayi usia 6 bulan ke bawah tentu sistem pencernaannya belumlah sesempurna sistem pencernaan bayi usia 6 bulan ke atas.

* Reaksi Cocok atau Tidaknya
Bahan dasar susu formula yang tidak sama dengan ASI kadang menimbulkan masalah tertentu, di antaranya:
- Sembelit atau susah buang air besar akibat adanya kandungan protein "rumput" sapi (kasein).
- Reaksi alergi seperti kulit jadi kemerah-merahan, gatal-gatal, saluran napas berlendir, dan diare.
- Sering muntah dan kembung
- Berat badan tak kunjung naik atau anak mudah sakit.

Jika si kecil menunjukkan salah satu reaksi tersebut setelah mengonsumsi susu formula, sebaiknya hentikan pemberiannya. Konsultasikan pada dokter anak mengenai kemungkinan mengganti jenis susu formula. Perhatikan juga ada tidaknya reaksi ketika susu formula awal diganti dengan susu formula lanjutan.

Singkatnya, dalam memilih susu formula perhatikan:
- Rasa utamanya agar bayi benar-benar suka.
- Manfaatnya, yaitu terbukti baik untuk tumbuh kembang bayi.
- Kecocokannya, yaitu tidak menimbulkan efek samping seperti alergi, diare, atau sembelit.



* Jenis Susu Formula

Tidak semua susu formula cocok dengan kebutuhan bayi meski sudah dipilih berdasar usia. Beberapa anak tertentu ada yang alergi terhadap susu sapi. Untuk kasus seperti ini biasanya dokter akan menganjurkan untuk menggantinya dengan susu yang terbuat dari kacang kedelai. Kalau susu kedelai pun ternyata menimbulkan masalah, alternatif lainnya adalah susu elemental atau susu formula hidrolisa. Inilah jenis-jenis susu:
a. Susu formula berbahan dasar susu sapi
Dokter akan menyarankan susu jenis lain, semisal susu kedelai bila bayi dinilai sangat peka terhadap kandungan susu sapi.

b. Susu formula berbahan soya atau kedelai
Tak jarang ada juga bayi yang alergi susu sapi sekaligus alergi soya. Bayi yang alergi terhadap kedua sumber protein ini biasanya disarankan mengonsumsi susu alternatif lain, yaitu golongan susu hipoalergenic.

c. Susu formula hidrolisa atau susu elemental
Susu formula jenis ini kandungan lemaknya sudah diperkecil. Selain itu kandungan protein kaseinnya sudah dipecah menjadi asam amino. Jadi, kandungannya bukan lagi protein, melainkan "bangunan" protein yang paling kecil. Biasanya pada kemasannya bertuliskan HA atau hipoalergenic. Susu jenis ini memang khusus untuk bayi yang alergi.
Tentu saja pemberian susu khusus ini harus dengan sepengetahuan dokter. Yang juga perlu diperhatikan adakah indikasi penyakit lain, kandungan apa saja yang harus dihindari dan berapa takaran seharusnya.

* Kandungan Gizi
Sebenarnya, semua susu formula untuk bayi yang beredar di pasaran memiliki kandungan gizi yang sama. Pada prinsipnya semua sudah diupayakan mendekati komposisi ASI dengan kandungan sesuai standar yang ditetapkan WHO sebagai badan kesehatan dunia. Selain itu, kadar kandungan gizinya pun disesuaikan dengan kemampuan pencernaan bayi, tidak boleh lebih tinggi ataupun lebih rendah. Ingat, kebutuhan zat gizi bayi berbeda sesuai kelompok usia.

Kandungan gizi susu formula untuk bayi di bawah 6 bulan lebih spesial, karena secara alami, usus bayi kecil belum mampu mencerna nutrien susu dengan baik. Masih rentannya bayi dalam kelompok usia ini membuat susu yang dikonsumsinya pun dibagi lagi secara spesifik. Di antaranya susu untuk bayi yang lahir cukup bulan, susu untuk bayi yang lahir kurang bulan ataupun yang lahir cukup bulan namun dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Untuk bayi 6 bulan ke bawah yang lahir kurang bulan atau cukup bulan tapi dengan BBLR, komposisi nutriennya diformulasikan lebih rendah dari susu formula untuk bayi enam bulan ke bawah yang cukup bulan. Pembedaan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan kondisi bayi yang daya serapnya terhadap nutrien masih belum optimal, terutama ginjalnya.

Adapun susu formula untuk bayi di bawah 6 bulan secara umum digolongkan menjadi dua:
1. Formula adaptasi
Susu formula jenis ini mempunyai kandungan sebagai berikut:
* Lemak
Disarankan mempunyai kadar lemak antara 2,7-41 g setiap 100 ml atau setara 8,5%. Dari jumlah ini, 3-6% kandungan energinya harus terdiri dari asam linoleik.

* Protein
Kadarnya harus berkisar antara 1,2 sampai 1,9 g/100 ml, dengan rasio lakalbumin/kasein kurang lebih 60/40. Karena itu komposisi asam aminonya harus identik dengan protein yang terdapat dalam ASI. Alasannya, hanya protein itulah yang bisa dimanfaatkan bayi.

* Karbohidrat
Disarankan kandunganya antara 5,4 sampai 8,2 g bagi tiap 100 ml. Karbohidratnya dianjurkan terdiri atas laktosa dan selebihnya glukosa atau dekstrin-maltosa. Dalam hal ini tidak dibenarkan menggunakan sumber karbohidrat dari tepung, madu, atau susu yang diasamkan.

* Mineral
Sebagian besar mineral dalam susu sapi adalah natrium, kalium, kalsium, fosfor, magnesium dan klorida. Karena itu komposisinya harus diturunkan sekitar 0,25 sampai 0,34 g tiap 100 ml. Ini dimaksudkan untuk menghindari gangguan keseimbangan air dan dehidrasi hipertonik, selain timbulnya gangguan hipertensi di kemudian hari.

* Vitamin
Harus ditambahkan pada pembuatan susu formula.

* Energi
Harus disesuaikan dengan ASI yang jumlahnya sekitar 72 Kkal.

2. Formula awal lengkap

Sesuai namanya, susu ini memiliki susunan gizi yang lengkap untuk bayi baru lahir. Sekalipun demikian, susu ini sedikit berbeda dari formula adaptasi. Susu formula ini mempunyai kadar protein tinggi karena rasio proteinnya tidak disesuaikan dengan rasio protein yang terkandung dalam ASI. Begitu juga dengan mineral yang lebih tinggi dari susu formula adaptasi. Keuntungan susu formula jenis ini adalah harganya yang jauh lebih murah daripada susu formula adaptasi.

Susu formula untuk bayi 6 bulan ke atas mengandung protein yang lebih tinggi dari susu adaptasi maupun susu awal lengkap. Rasio proteinnya pun tidak mengikuti rasio yang terdapat dalam ASI. Sedangkan kadar beberapa mineral, karbohidrat, lemak dan energinya lebih tinggi. Ini dimaksudkan untuk mengimbangi kebutuhan anak yang sudah semakin aktif dan sedemikian cepat tumbuh kembangnya.

Perbedaan paling nyata dalam kebutuhan zat gizi bayi 6 bulan ke bawah dan 6 bulan ke atas adalah kalorinya. Kalori yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan ke bawah per hari hanya sebesar 560 kkl atau lebih, sedangkan bayi usia 6 bulan ke atas adalah 800 kkl per hari atau lebih.

* Kandungan Zat Tambahan
Kemajuan teknologi memungkinkan susu formula yang sudah ada ditingkatkan kualitasnya, yakni dengan diformulasikan sedemikian rupa sehingga makin mirip dengan ASI. Salah satunya adalah penambahan DHA. Penambahan ini dibolehkan karena zat tambahan tersebut merupakan zat-zat mikro. Hanya saja penambahannya pun harus mengikuti standar yang berlaku. Yang tak kalah penting, orang tua harus segera memastikan cocok atau tidaknya si bayi mendapat susu tersebut. Bila ternyata tidak cocok, ya jangan dipaksakan. Asal tahu saja, DHA yang berasal dari ikan berpotensi menyebabkan alergi. Belakangan beberapa produsen susu menggunakan DHA/AA yang bersumber dari bahan nonikan.

* Porsi Pemberian
Banyaknya susu formula yang diberikan kepada bayi tentu saja tergantung pada kebutuhan. Umumnya sampai berusia 3 atau 4 bulan, bayi mendapat susu sekitar 180 ml yang diberikan setiap 2-3 jam. Meski begitu, prinsip on demand juga berlaku dalam pemberian susu formula. Begitu bayi menangis karena lapar meski mungkin belum waktunya, maka berikan saja sesuai keinginannya.

Sementara susu formula lanjutan untuk bayi 6 bulan ke atas bisa diberikan 2 kali sehari masing-masing sebanyak 180-200 ml. Lo, mengapa cuma 2 kali? Di usia ini bayi sudah mendapat makanan setengah padat (bubur susu, nasi tim yang disaring, dan seterusnya). Untuk jadwalnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan individual si bayi.
Usahakan minum susu tidak berbarengan atau berdekatan dengan waktu makan utama. Selain membuat anak jadi enggan makan karena sudah kenyang duluan, penyerapan kalsium pun jadi terganggu. Tenggang waktu ideal minum susu adalah 2-3 jam sebelum atau sesudah waktu makan makanan utama

Dedeh Kurniasih/Gazali Solahuddin. Foto: Iman/nakita
Konsultan Ahli: dr. H. Adi Tagor, Sp.A, DPH dari RS Pondok Indah, Jakarta; Dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A(K) dari RSAB Harapan Kita, Jakarta

Source : http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/khasanah06305-02.htm